Cerminan Toleransi dalam Kumpulan Cerpen “Bukan Perawan Maria” Karya Feby Indirani dan Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di SMA

  • Latifah Maurinta Wigati Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Ma'mur Saadie Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Rudi A. Nugroho Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
Keywords: Cerpen, Nilai Toleransi, Pembelajaran Sastra

Abstract

Cerpen adalah salah satu jenis teks sastra yang dipelajari di sekolah. Melalui cerpen, siswa diharapkan memahami nilai kehidupan yang coba disampaikan penulisnya. Agar capaian tersebut berhasil, perlu teknik pembelajaran, kreativitas guru, dan pemilihan bahan ajar yang bermakna. Kumpulan cerpen Bukan Perawan Maria karya Feby Indirani layak menjadi alternatif bahan ajar sastra di SMA karena terkandung nilai toleransi di dalamnya. Toleransi adalah nilai moral yang layak diketahui dan diterapkan generasi muda untuk membendung maraknya praktikin toleransi atas nama perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam kumpulan cerpen Bukan Perawan Maria karya Feby Indirani dan memaparkan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis konten. Sumber data berupa ungkapan, kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang mewakili nilai moral dalam teks cerpen. Berdasarkan penelitian tersebut, cerminan toleransi dalam kumpulan cerpen tersebut terdapat dalam menerima perbedaan pandangan mengenai agama dan keyakinan. Dapat disimpulkan bahwa kumpulan cerpen ini layak digunakan untuk pembelajaran sastra di SMA sesuai kompetensi dasar 3.6 tentang nilai karakter, sosial, dan budaya dalam karya sastra.

Published
2022-01-07
How to Cite
Latifah Maurinta Wigati, Ma’mur Saadie, & Rudi A. Nugroho. (2022). Cerminan Toleransi dalam Kumpulan Cerpen “Bukan Perawan Maria” Karya Feby Indirani dan Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di SMA. Seminar Internasional Riksa Bahasa, 364-369. Retrieved from http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa/article/view/1715