PERBANDINGAN SINONIM ‘BENAR’ DAN ‘BETUL’ SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN ADJEKTIVA BAHASA INDONESIA: STUDI BERBASIS KORPUS
Keywords:
Kolokasi, Linguistik Korpus, Pembelajaran, SinonimAbstract
Sinonim adalah kata yang memiliki makna berdekatan, tetapi dalam konteks tertentu tidak dapat digunakan secara substitutif satu dengan lainnya. Beberapa ketidaktepatan penggunaan sinonim menimbulkan konotasi makna yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pola penggunaan kata bersinonim benar dan betul yang berimplikasi pada pembelajaran adjektiva bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan riset berbasis korpus memanfaatkan LCC Indonesia 2023 sebagai sumber data dan CQPWeb sebagai instrumen analisis. Linguistik korpus sebagai metode digunakan untuk menganalisis frekuensi dan kolokasi dari kata benar dan betul. Hasil penelitian menunjukkan, kata “benar” secara frekuensi lebih banyak digunakan dalam teks berbahasa Indonesia dibandingkan dengan kata “betul”. Kedua kata tersebut memiliki pola kolokasi yang berbeda. Kata “benar” terfokus pada cara melakukan sesuatu yang dapat diterima, sedangkan “betul” merujuk pada sifat dan tendensi serius dalam melakukan sesuatu. Meski keduanya memiliki irisan kolokasi pada beberapa kata, keduanya tidak dapat dipertukarkan sebagai substitusi pada konteks yang sama. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan sebagai referensi dalam pembelajaran kata sifat bersinonim dalam bahasa Indonesia, terutama persoalan menempatkan pilihan sinonim berdasarkan konteksnya.