PENGGUNAAN FRASA ENDOSENTRIS DAN EKSOSENTRIS DALAM TEKS ANEKDOT BERTEMA HUKUM PADA BUKU AJAR BAHASA INDONESIA KELAS X 

Authors

  • Zulia Rahmasari Author
  • Ira Yuniarti Author
  • Adi Asmara Author

Keywords:

Frasa Eksosentris, Frasa Endosentris, Teks Anekdot

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan frasa endosentris dan frasa eksosentris dalam teks anekdot serta implementasi penggunaan frasa terhadap fungsi teks anekdot bertema hukum yang terdapat pada buku ajar Esensi Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK Kelas X (Fase E). Teks anekdot yang dianalisis berjudul “Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK): Hukum di Indonesia Bisa Dibeli” merupakan bentuk kritik sosial terhadap praktik penegakan hukum di Indonesia yang dikemas secara satire, tetapi informatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode dokumentasi dan teknik pengumpulan data adalah baca dan catat. Hasil analisis dengan analisis isi menunjukkan bahwa terdapat 22 frasa dalam teks tersebut yang terdiri atas 17 frasa endosentris (12 atributif, 4 koordinatif, dan 1 apositif) serta 5 frasa eksosentris (semuanya berjenis direktif/preposisional). Dominasi frasa endosentris atributif mencerminkan upaya penulis dalam mengidentifikasi secara spesifik pelaku, objek, waktu, dan kondisi yang dikritik. Frasa koordinatif digunakan untuk menyoroti kontradiksi antara idealisme dalam menempatkan kritik dalam latar geografis, sosial, dan politik yang nyata. Struktur frasa dimensi dalam teks tidak hanya berfungsi gramatikal, tetapi juga memiliki dimensi retoris yang terdapat strategi linguistik untuk menyuarakan kritik sosial melalui bahasa. 

 

Published

2026-03-07