RESISTANSI KIAI NAWAWI DALAM BUKU SAWO KECIK JELAJAH PRAJURIT DIPONEGORO DI KEDIRI MENGGUNAKAN TEORI JAMES C SCOTT

Authors

  • Salma Sunaiyah Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri Author
  • Mohammad Hilma Agna Ramadhan Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri Author

Keywords:

Hermeneutika Fenomenologi, Kiai Nawawi, James C. Scott, Resistansi, Sawo Kecik

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk-bentuk resistansi Kiai Nawawi sebagaimana direpresentasikan dalam buku Sawo Kecik: Jelajah Prajurit Diponegoro di Kediri karya Moh. Fikri Zulfikar dengan menggunakan teori resistansi James C. Scott. Fokus utama penelitian ini adalah menelaah resistansi tertutup diwujudkan melalui strategi-strategi simbolis, kultural, dan ideologis dalam konteks perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan hermeneutika fenomenologi Paul Ricoeur. Data diperoleh melalui teknik baca, catat, dan studi dokumentasi terhadap teks buku serta sumber-sumber pendukung berupa literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistansi Kiai Nawawi terwujud dalam tiga bentuk utama, yakni: (1) pendirian Pondok Pesantren Mahir Arriyadl di Kediri sebagai pusat pendidikan sekaligus instrumen perlawanan moral terhadap penjajahan, (2) penyamaran identitas dengan sebutan Budheng sebagai strategi perlindungan diri dan kelanjutan perjuangan pasca-Perang Jawa, dan (3) penggunaan simbol-simbol lokal seperti pohon sawo dan kelapa gading yang merepresentasikan identitas prajurit Diponegoro serta solidaritas kolektif dalam melawan dominasi kolonial. Temuan ini memperlihatkan bahwa resistansi Kiai Nawawi tidak hanya berbentuk perlawanan fisik, tetapi lebih jauh merupakan perlawanan kultural, spiritual, dan ideologis yang memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan identitas masyarakat dan perkembangan pendidikan Islam di Kediri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi resistansi tertutup Kiai Nawawi mencerminkan “weapons of the weak” sebagaimana dikemukakan James C. Scott, yakni perlawanan non-konfrontatif yang efektif dalam menghadapi dominasi. Implikasi penelitian ini memperkaya kajian sejarah lokal dan jurnalisme sastra, sekaligus menunjukkan bahwa resistansi kultural memiliki peran penting dalam narasi besar perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme.

 

Published

2026-03-14