BUNG BESAR DAN DUNIA HIPERREALITAS: REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM NOVEL 1984 KARYA GEORGE ORWELL

Authors

  • Faruq Hidayat Universitas Negeri Malang Author
  • Natanael Ricky Putra Universitas Negeri Malang Author
  • Nurlina Amiruddin Universitas Negeri Malang Author
  • Ahmad Nur Hamzah Universitas Negeri Malang Author
  • Retno Ayu Setyoningrum Universitas Negeri Malang Author
  • Dea Fany Hutagalung Universitas Negeri Malang Author

Keywords:

1984, Distopia, Hiperrealitas, Jean Baudrillard, Simulakrum

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk simulakrum dan hiperrealitas dalam novel 1984 karya George Orwell melalui perspektif Jean Baudrillard. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumen terhadap teks novel. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat, kemudian dianalisis menggunakan empat tahap simulakrum Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan, dalam dunia yang dibangun Orwell, kekuasaan tidak lagi beroperasi semata melalui kekerasan fisik, tetapi melalui citra, tanda, dan representasi yang menggantikan realitas. Konsep Newspeak, propaganda Partai, dan penghapusan sejarah menunjukkan tanda-tanda baru diciptakan untuk menutupi kenyataan yang sesungguhnya melalui tahapan simulakrum, yakni refleksi realitas, menutupi realitas, menutupi ketiadaan realitas, serta hiperrealitas atau simulakrum itu sendiri. Sosok Bung Besar menjadi contoh utama simulakrum totalitarian yang keberadaannya tidak pernah dipastikan secara faktual tetapi citranya dihadirkan terus-menerus hingga menjadi lebih nyata daripada kenyataan itu sendiri. Masyarakat hidup dalam hiperrealitas, sejarah palsu dan bahasa manipulatif diyakini sebagai kebenaran mutlak. Dengan demikian, 1984 dapat dibaca sebagai alegori kekuasaan yang beroperasi melalui logika simulasi ketika realitas politik, moral, dan sejarah digantikan oleh representasi yang direkayasa untuk mempertahankan dominasi rezim. Kajian ini menegaskan relevansi teori Baudrillard dalam memahami mekanisme kontrol ideologis dalam fiksi distopia, khususnya melalui permainan tanda dan citra yang membentuk realitas sosial semu.

 

Published

2026-03-14