STRUKTUR PERTUNJUKKAN RITUAL BABARIT OPAT BULANAN DI KABUPATEN MAJALENGKA

Authors

  • Fikri Azis Makrus Author
  • Tedi Permadi Author
  • Yulianeta Yulianeta Author

Keywords:

Babarit, Opat Bulan, Ritual, Simbol, Struktur Pertunjukkan

Abstract

Ritual opat bulanan (babarit) bukan hanya sekadar proses syukuran usia kehamilan empat bulan namun juga sebagai sarana untuk mempertahankan dan memperkuat budaya kekeluargaan antarmasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur pertunjukkan, peran sosial, konteks, dan fungsi tradisi opat bulanan (babarit) yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Sunda khususnya di Desa Cimangguhilir, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tradisi lisan berdasarkan teori performativitas Richard Bauman yang menekankan pentingnya konteks pertunjukan, partisipan, dan fungsi sosial dalam suatu tradisi. Partisipan dalam penelitian ini, yaitu paraji, tokoh masyarakat, empat ibu hamil, dan masyarakat di Kecamatan Bantarujeg. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa babarit merupakan ritual kehamilan yang memiliki struktur dengan berbagai simbol dan maknanya. Dalam perkembangannya, terjadi pergeseran dalam bentuk dan pelaksanaannya, seperti penggunaan jasa katering, serta pergeseran partisipasi dari bapak-bapak ke ibu-ibu pengajian. Fungsi tradisi ini tidak hanya sebagai sarana ritual untuk memohon keselamatan ibu dan janin, tetapi juga sebagai media penguat solidaritas sosial dan pelestarian nilai budaya. Tuturan doa dan narasi-narasi yang hadir dalam ritual babarit menjadi bagian dari kekayaan tradisi lisan yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat Sunda.

 

Published

2026-03-14