INTEGRASI NILAI MORAL FILM ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI SEBAGAI LITERASI MULTIMODAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA ERA DIGITAL
Keywords:
Film, Literasi Multimodal, Nilai Moral, Pembelajaran Bahasa Indonesia SMAAbstract
Perkembangan era digital mendorong pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA untuk menciptakan strategi literasi yang lebih inovatif dan multimodal. Salah satu media yang memiliki potensi besar adalah film, karena selain berfungsi sebagai karya seni modern, film juga mampu menyampaikan pesan moral dan sosial yang relevan dengan kehidupan siswa. Penelitian ini berfokus pada film Alangkah Lucunya Negeri Ini karya Deddy Mizwar, dengan tujuan menganalisis nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya serta mendeskripsikan implikasinya bagi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui penyimakan dialog, pencatatan, klasifikasi nilai moral, dan validasi data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menemukan enam kategori nilai moral, yaitu: (1) model perilaku, (2) observasi dan peniruan, (3) penguatan dan hukuman, (4) empati dan identifikasi, (5) penerapan kontekstual, serta (6) pengaruh sosial dan budaya. Dari keseluruhan kategori tersebut, nilai empati dan identifikasi muncul paling dominan (34%), diikuti pengaruh sosial dan budaya (22%), model perilaku (20%), penerapan kontekstual (12%), penguatan dan hukuman (10%), serta observasi dan peniruan (2%). Nilai-nilai tersebut tergambar jelas melalui tokoh, alur cerita, dan dialog yang mencerminkan realitas sosial masyarakat Indonesia. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa film Alangkah Lucunya Negeri Ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran alternatif yang efektif. Integrasi film dalam pembelajaran Bahasa Indonesia mampu menumbuhkan kesadaran moral, memperkaya keterampilan berbahasa, serta mendukung pembentukan karakter siswa di era digital.