PENDEKATAN MULTIPLATFORM DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN PEMELAJAR
Keywords:
Bahan Ajar, BIPA, Literasi Digital, Pengalaman Praktis, SDG 4Abstract
Optimalisasi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) memiliki kontribusi penting terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 4) terkait akses pendidikan berkualitas. Pada konteks pemelajar penutur bahasa Rusia, kesenjangan tersebut semakin tampak karena materi ajar yang tersedia sangat terbatas, didominasi format hitam-putih, serta belum mengintegrasikan teknologi seperti QR code dengan tautan audio, sehingga tidak mendukung literasi digital pemelajar modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengembangan dua buku ajar BIPA tingkat A1 dan A2 bagi pemelajar dewasa penutur bahasa Rusia dengan menerapkan prinsip CLT, pendekatan berpusat pada pemelajar, dan teori pemerolehan bahasa kedua (Krashen). Integrasi kerangka TPACK dan literasi digital UNESCO diwujudkan melalui penggunaan kecerdasan buatan, desain visual berwarna, serta QR code yang menghubungkan ke audio autentik (Rachman, 2021; Kemendikbudristek, 2022). Uji coba terhadap 12 pemelajar menunjukkan peningkatan kemampuan komunikatif sebesar 22% dan tingkat kepuasan 87%. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis teori dan teknologi digital efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran BIPA dan mendukung implementasi SDG 4.