Humor dan Mewarnai Mandala pada Anak Binaan: Implikasi bagi Tata Kelola Pendidikan di LPKA
Keywords:
Anak binaan, Humor, LPKA, Mewarnai mandala, Pendidikan dan pembinaan, StresAbstract
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan,
tetapi juga menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan keterampilan bagi anak
binaan. Proses tersebut berlangsung dalam lingkungan dengan kebebasan terbatas serta
berbagai tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kondisi emosional anak selama
mengikuti kegiatan. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan temuan dua penelitian
mengenai humor dan mewarnai mandala sebagai aktivitas pendukung psikologis serta
merumuskan implikasinya bagi tata kelola pendidikan di LPKA. Kedua penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental dan masing
masing melibatkan 20 anak binaan yang terbagi dalam kelompok eksperimen (n=10) dan
kelompok kontrol (n=10). Mewarnai mandala dan tayangan humor masing-masing diberikan
sebanyak tiga sesi. Perceived stress diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS
10), sedangkan penelitian humor juga menggunakan PANAS untuk mengukur perubahan
afek selama kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa mewarnai mandala (p=0,620) dan humor
(p=0,939) belum menurunkan perceived stress secara signifikan. Meskipun demikian,
mewarnai mandala memberikan pengalaman berupa perasaan lebih tenang, rileks, nyaman,
dan fokus, sedangkan humor menunjukkan penurunan afek negatif selama tiga sesi, dengan
penurunan yang signifikan pada dua sesi pertama. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua
aktivitas lebih tepat ditempatkan sebagai aktivitas pendukung psikologis daripada intervensi
utama untuk menurunkan perceived stress. Integrasi temuan memberikan implikasi bahwa
pemilihan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi aktivitas pendukung dalam tata kelola
pendidikan di LPKA perlu mempertimbangkan kebutuhan psikologis anak serta manfaat
yang muncul selama kegiatan.