Model Pembinaan Kepala Sekolah Berbasis Budaya: Model Baru Supervisi Pendidikan
Keywords:
Pembinaan kepala sekolah berbasis budaya, Petatah-petitih Bengkulu, Supervisi pendidikanAbstract
Pembinaan kepala sekolah selama ini kurang berjalan dengan efektif. Hal itu karena kepala sekolah harus
meninggalkan tempat tugasnya dalam waktu yang relatif lama dan kurang implementatif. Selain itu,
pembinaan kurang didasarkan kepada nilai budaya yang berlaku. Oleh karena itu dibutuhkan suatu
pembinaan kepala sekolah yang lebih efektif berbasiskan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengekplorasi secara mendalam pembinaan kepala sekolah berbasiskan budaya. Untuk mendeskripsikan ini
digunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Subyek penelitian terdiri atas kepala sekolah SD,
SMP, dan SMA Negeri di provinsi Bengkulu. Responden dipilih secara purposif. Teknik pengambilan data dan
informasi dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan
dengan teknik "flow analysis". Hasil penelitian menunjukan bahwa model yang dibutuhkan dalam pembinaan
kepala sekolah yaitu dengan pemberdayaan forum MKKS yang menjunjung tinggi "Petatah-petitih Bengkulu".
Pembinaan dilakukan dilakukan dengan mendesain program secara bersama, ditujukan meningkatkan
kompetensi manajerial dan supervisi akademik, menggunakan pendekatan pendampingan kekeluargaan
yang intensif, menjunjung tinggi "Petatah-petitih Bengkulu", dilakukan dengan prosedur sederhana, pembina
atasan langsung yang kompeten, dan dilakukan dalam waktu yang singkat yang tidak mengganggu tugas
sebagai kepala sekolah. Penelitian ini memberikan saran jika ingin membina kepala sekolah secara efektif,
maka harus dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai budaya setempat. Model ini dapat dijadikan sebagai
strategi baru pelaksanaan supervisi pendidikan yang lebih efektif.