Uji Validitas dan Reliabilitas Awal Instrumen Sustainability Awareness Siswa Terkait Isu Pertambangan: Kontribusi terhadap Pendidikan Berkelanjutan
Keywords:
Education for Sustainable Development (ESD), Kesadaran keberlanjutan, Isu pertambangan, Pendidikan berkelanjutan, SDGsAbstract
Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) memiliki peran
penting dalam membekali pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan siswa untuk memahami
serta merespons berbagai isu lingkungan dan sosial. Di wilayah sekitar pertambangan, diperlukan instrumen
yang valid dan reliabel untuk mengidentifikasi kesadaran keberlanjutan siswa sebagai dasar dalam
pengembangan pembelajaran yang kontekstual dan berkualitas. Studi ini bertujuan untuk melakukan uji awal
validitas dan reliabilitas instrumen kesadaran keberlanjutan siswa yang berkaitan dengan isu pertambangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri atas
36 butir pernyataan, mencakup tiga indikator, yaitu Sustainability Practice Awareness (SPA), Behavioral and
Attitude Awareness (BAA), dan Emotional Awareness (EA), yang meliputi dimensi lingkungan, sosial, dan
ekonomi. Instrumen diujicobakan kepada 30 siswa di salah satu sekolah yang berada di sekitar kawasan
pertambangan. Validitas instrumen dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product-Moment, sedangkan
reliabilitas diuji menggunakan koefisien Cronbach's Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 butir
pernyataan, sebanyak 23 butir memenuhi kriteria validitas, sedangkan 13 butir lainnya tidak memenuhi
kriteria. Pengujian reliabilitas terhadap 23 butir yang memenuhi kriteria validitas menghasilkan koefisien
Cronbach's Alpha sebesar 0,872, yang menunjukkan konsistensi internal yang baik pada sampel uji coba. Hasil
tersebut memberikan bukti awal mengenai validitas dan reliabilitas instrumen sustainability awareness siswa
terkait isu pertambangan. Namun, karena pengujian dilakukan pada 30 siswa dari satu sekolah, instrumen
masih memerlukan revisi dan pengujian lebih lanjut pada sampel yang lebih besar dan beragam sebelum
digunakan secara lebih luas untuk mendukung evaluasi dan pengembangan pembelajaran berbasis ESD.